TUJUANNYA MIRACLE

By Dedy Irawan

Saat perjalanan mengisi training banyak sekali pelajaran diri tentang tujuan hidup.. Ternyata banyak yang hadir di setiap kelas ppa hanya karna ingin masalahnya selesai, bahkan berlomba-lomba untuk keluar dari masalah nya..

Maka Ga heran training dan pelatihan bahkan buku-buku yang sedang banyak di cari yaitu tentang cara tercepat keluar dari masalah atau cara tercepat meraih rejeki nya..

Yang agak mengerikan adalah ada yang menjadikan itu semua menjadi tujuan hidupnya. Sehingga hari-hari nya disibukkan hanya untuk memikirkan jalan keluar dari masalah atau terpenuhinya keinginan diri.

Bahkan keberhasilan keimanannya hanya diukur dari selesai atau tidaknya masalah.. Dapat miracle atau tidak.. Lalu apa tujuan hidup sebenarnya? Apa hanya untuk meraih keinginan itu??

Apakah artinya ketika keinginan diraih namun Allah ga Ridho dg hidup kita?
ga sedikit yang setelah training banyak yang bilang "mas saya sudah praktek tapi kenapa masalah saya makin banyak? " (baca kajian sebelumnya "remedial")

Pertanyaannya benarkah sudah praktek? Jangan2 prakteknya hanya penggugur kewajiban belum jadi kebutuhan..

Apa tujuan dari doa yg kita panjatkan setiap hari??
Apa tujuan kita beribadah sama Allah?? Sudahkah hanya untuk meraih ridho Nya?? Atau hanya demi selesainya masalah..???

Pertanyaannya adalah bagaimana seandainya yg terbaik menurut Allah itu berbeda dg keinginan kita?? Apa kita akan terus beribadah dan berdoa atau sebaliknya? Bahkan haruskah minta tolong sama berhala lain agar yang terjadi sesuai keinginan kita..

Coba jujur ke dalan hati..
Kenapa kita doa?
Sudah kah muncul rasa "hina dan butuh" (Al Hikam ibn 'ata Allah Al-Iskandari)
Doa ya biar dikabulkan mas..
Apa hanya ini tujuan doa kita?

Seringkali kita memperlakukan Allah seperti kantong doraemon..
Hanya untuk pengabul keinginan dan nafsu2 kita yg bahkan belum tentu yang terbaik untuk kita sendiri..

Masihkah kita selalu mendikte hasilnya.. Memaksakan kehendak kita kepada Allah.?
Allah SWT berfirman:
"Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

Mas saya pengen sehat, ga mau sakit lagi.. Namun ternyata Allah hanya ingin menggugurkan dosa-dosanya di masa lalu dengan sakitnya dan ingin menjaganya dari perbuatan dosa lebih besar bila sehat karna Allah ingin memasukkannya ke syurga. Bila seperti ini apa harus memaksakan kehendak kita??

Bisa jadi Allah mengabulkan doa kita dengan yang jauh lebih baik :)
"Aku tidak pernah mendzolimi hamba Ku" Berkali2 Allah katakan itu dalam Al Qur'an.. Namun seringkali kita salah paham atas Maha Cinta Nya..

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـئًا وَّلٰـكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
innalloha laa yazhlimun-naasa syai`aw wa laakinnan-naasa anfusahum yazhlimuun
"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri."
(QS. Yunus 10: Ayat 44)

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا فَلِنَفْسِهٖ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ
man 'amila shoolihan falinafsihii wa man asaaa`a fa 'alaihaa, wa maa robbuka bizhollaamil lil-'abiid
"Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya)."
(QS. Fussilat 41: Ayat 46)

Seandainya kita mengerti makna dan tujuan dari masalah kita, bisa jadi kita bahkan ga kepengen di selesaikan masalah nya.. Yang ada hanyalah rasa Cinta Pada Nya..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Tugas kita hanyalah Ridho atas segala ketentuannya saat ini agar Allah Ridho dg hidup kita, selalu jaga prasangka baiknya sama Allah karena Allah tidak pernah menzolimi hamba Nya :)

Palembang, 22 oktober 2017
Before private class ppa

Komentar